Daftar Tugas Akhir

Evaluasi Program Pemberian ASI Eksklusif sebagai Intervensi Gizi Spesifik dalam Pencegahan Stunting pada Program Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan HPK di Puskesmas Halmahera

Detail Mahasiswa

NIM :
D11.2018.02637
Nama :
JIHAN FARIDA
Judul (Bhs. Indonesia) :
Evaluasi Program Pemberian ASI Eksklusif sebagai Intervensi Gizi Spesifik dalam Pencegahan Stunting pada Program Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Puskesmas Halmahera
Judul (Bhs. Inggris) :
Exclusive Breastfeeding Program Evaluation as a Specific Nutritional Intervention in Stunting Prevention in the First 1000 days of life (HPK) in Halmahera Public Health Center
Abstrak :
Data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang pada tahun 2021 di Puskesmas Halmahera tercatat bahwa cakupan ASI Eksklusif 215, presentase cakupan ASI Eksklusif Puskesmas Halmahera 98,1%, melebihi target cakupan ASI Eksklusif Kota Semarang yaitu 65%. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggambaran pelaksanaan kegiatan pemberian ASI Eksklusif sebagai Intervensi Gizi Spesifik dalam Pencegahan Stunting pada program 1000 HPK di Puskesmas Halmahera. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode kualitatif, dengan informan utama yaitu 1 orang nutrisionis Puskesmas Halmahera, 1 orang kader dan informan triangulasi yaitu 1 orang Ibu yang memiliki baduta stunting. Variabel dalam penelitian ini terdiri masukan yang meliputi SDM, dana, proses dan sarana prasarana. Masukan dalam penelitian ini sudah baik dan sesuai dengan ketentuan yang ada, namun jumlah nutrisionis Puskesmas Halmahera hanya berjumlah 1 orang. Variabel proses terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan sudah berjalan sesuai rencana kegiatan. “Motif Tudung Nasi” memiliki makna yaitu Motivator Aktif Temukan, Dampingi dan Dukung Anak ASI, kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemberian ASI Eksklusif kepada anak dengan cara pemantauan oleh petugas dan kader kesehatan yang dilakukan sejak Ibu hamil 7 bulan hingga masa nifas. Pelaksanaan berupa konseling, promosi kesehatan serta kegiatan door to door. Output dari kegiatan pemberian ASI Eksklusif kepada anak belum dapat dikatakan 100% berhasil, karena masih terdapat Ibu yang belum memberikan ASI Eksklusif dengan alasan bekerja. Saran dalam penelitian ini yaitu Puskesmas dapat mengoptimalkan peran dari kader kesehatan untuk membantu meningkatkan pemberian ASI Eksklusif dikarenakan jumlah nutrisionis yang terbatas.
File Cover :
Ada
File Bab I :
Ada
File Daftar Isi :
Ada
File Bab II :
Ada
File Abstrak :
Ada
File Bab III :
Ada
File Pesetujuan TA :
Ada
File Bab IV :
Ada
File Pengesahan TA :
Ada
File Bab V :
Ada
File Pesetujuan Publikasi TA :
Ada
File Bab VI :
Ada
File Keaslian TA :
Ada
File Daftar Pustaka :
Ada
File Jurnal :
Ada