HAND SANITIZER FKES UDINUS DIBAGIKAN GRATIS PADA MASYARAKAT DAN TENAGA MEDIS

Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang memproduksi hand sanitizer di tengah meningkatnya kebutuhan antiseptik saat pandemi Corona VIrusdesease 19 atau Covid-19. Hand Sanitizer tersebut dibagikan kepada tim medis di Kota Semarang dan masyarakat sekitar.

 

Dalam prosedur pembuatan menggunakan prosedur dari Badan penagwasan Obat dan Makanan (BPOM). Waktu proses pembuatannyapun tak memakan waktu yang lama, hanya 1 minggu mulai dari pembuatan hingga proses pengemasan. Tak hanya itu saja, peralatan di laboratorium Fakultas Kesehatan (FKes) Udinus juga mendukung proses pembuatan yang cepat dan reagen yang mencukupi. Hand sanitizer karya Udinus menggunakan berbagai bahan yakni Etanol, Gliserol, Hidrogen Peroksida dan air steril atau aquadest.

 

Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat, FKes Udinus, Dr. MG Catur Yuantari, S.KM, M.Kes menjelaskan hand sanitizer yang merupakan hasil karya Udinus memiliki fungsi yang sama seperti hand sanitizer dipasaran. Menurut dia, kelangkaan dan untuk memenuhi kebutuhan hand sanitizer yang terus meningkat di masyarakat, hal itu yang menjadi latar belakang pembuatan hand sanitizer oleh FKes Udinus. “Di awal prosesnya kami memproduksi sekitar 20 liter yang dapat dimasukan ke ratusan botol kecil. Sebelum didistribusikan kepada masyarakat, hand sanitizer disterilisasi selama 72 jam untuk memastikan tidak ada kontaminasi organisme dari wadah botol,” jelasnya.

 

Sulitnya mencari reagen dan melonjaknya harga di pasaran menjadi kendala yang dihadapi oleh tim produksi hand sanitizer yang langsung dikomandoi oleh Kaprogdi Kesehatan Masyarakat Udinus itu. Namun hal tersebut diatasi dengan baik sehingga hand sanitizer itu dapat dibagikan secara gratis ke masyarakat dan para tenaga medis di Kota Semarang. “Hand Sanitizer ini merupakan bentuk kepedulian Udinus terhadap penanggulangan Covid-19,” ungkapnya.

 

Sebelumnya, Udinus melalui Fakultas Teknik juga melakukan pembuatan mendiri face shield atau pelindung wajah dan telah didistrbusikan di beberapa rumah sakit di Kota Semarang. Berbagai kegiatan tersebut untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 tersebut terus dilakukan Udinus, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan di setiap proses distribusinya. (*Humas Udinus/Alex. Foto: Dok FKes Udinus)