Transformasi Lahan Tandus Tadah Hujan Wonogiri Menjadi Lahan Produktif Bawang Merah, Jagung dan Kopi Melalui Inovasi Pertanian dan Pemasaran Berkelanjutan.
Tim Pengusul
- Prof. Dr. Rindra Yusianto, S.Kom, MT
- Filmada Ocky Saputra, M.Eng
- Fakhmi Zakaria, SE, M.Ak
Ringkasan
Mitra dalam kegiatan ini adalah Pemerintah Desa Brenggolo, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Gunung Mas–Boto Jatiroto, serta mitra industri Garmada Mitra Indonesia dan Nyantai Kopi yang berperan dalam penguatan rantai pasok dan pemasaran hasil pertanian. Lokasi kegiatan berada di Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, wilayah lahan tadah hujan dengan kondisi kering, topografi berbukit, dan keterbatasan infrastruktur irigasi. Permasalahan prioritas mitra meliputi rendahnya produktivitas pertanian, ketergantungan penuh pada curah hujan, rendahnya efisiensi penggunaan air, serta lemahnya akses pemasaran hasil panen. Selain itu, petani memiliki keterbatasan pengetahuan terkait teknologi pertanian modern dan pengelolaan komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti bawang merah dan kopi. Kegiatan yang sedang dilakukan sampai dengan laporan akhir ini mencakup implementasi irigasi sprinkle sprayer berbasis IoT pada green house ukuran 8 x 12 m, pengembangan pertanian presisi, penanaman 700 bibit kopi konservatif, serta penerapan monitoring kelembapan tanah digital untuk meningkatkan efisiensi air hingga 50%. Solusi yang diberikan mencakup pelatihan teknologi IoT, pendampingan budidaya bawang merah dan jagung pada lahan 1.500 m², digitalisasi pemasaran melalui komunitas petani, serta integrasi mitra industri untuk distribusi dan pengemasan produk bernilai jual tinggi. Metode pelaksanaan meliputi (1) asesmen kebutuhan mitra, (2) instalasi infrastruktur IoT dan irigasi modern, (3) pendampingan teknis budidaya dan konservasi lahan miring, (4) pelatihan manajemen rantai pasok, serta (5) monitoring–evaluasi berbasis indikator kinerja seperti produktivitas, efisiensi air, dan keberlanjutan usaha tani. Kegiatan melibatkan 25 mahasiswa, 3 dosen pembimbing, dan mitra desa–industri secara kolaboratif. Target luaran program meliputi peningkatan produktivitas bawang merah hingga 42%, kenaikan hasil jagung 35%, efisiensi air 50%, modul pelatihan IoT untuk petani, satu artikel publikasi populer, serta model pertanian presisi untuk lahan kering yang dapat direplikasi pada wilayah serupa di Indonesia.
