
Semarang, 17 Desember 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Strategi Penyusunan Proposal Hibah BIMA Tahun 2026 pada Selasa, 17 Desember 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para dosen dan peneliti Udinus dengan pemahaman yang komprehensif terkait kebijakan, skema, serta strategi penyusunan proposal agar mampu bersaing dan lolos pendanaan hibah nasional.
Sosialisasi menghadirkan narasumber dari jajaran LPPM Udinus, yaitu Prof. Dr. Ir. Muljono, S.Si., M.Kom., Dr. de Rosal Ignatius Moses Setiadi, M.Kom., dan Sari Ayu Wulandari, M.Eng. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dari berbagai fakultas yang memiliki minat untuk mengajukan proposal hibah BIMA tahun 2026.

Dalam paparannya, Prof. Muljono menekankan pentingnya kepatuhan terhadap buku panduan hibah yang telah diterbitkan oleh Kemendiktisaintek. Menurutnya, kesesuaian proposal dengan panduan resmi sangat berpengaruh terhadap penilaian reviewer dan peluang kelolosan proposal.
“Mengikuti buku panduan yang telah diberikan oleh Kemendiktisaintek adalah hal yang sangat krusial. Banyak proposal yang sebenarnya bagus secara substansi, namun tidak lolos karena tidak sesuai dengan ketentuan yang tertulis”

Sementara itu, Dr. de Rosal Ignatius Moses Setiadi menyampaikan bahwa terdapat skema tambahan serta perubahan persyaratan pada hibah BIMA tahun 2026 yang membedakannya dari tahun-tahun sebelumnya. Ia mengimbau para peneliti untuk mencermati setiap detail dalam buku panduan agar tidak terjadi kesalahan administratif maupun substansial.
“Peneliti harus benar-benar membaca buku panduan dengan teliti, karena ada perubahan dan penambahan skema yang perlu dipahami sejak awal”

Pada kesempatan yang sama, Sari Ayu Wulandari, M.Eng., selaku Bidang Pengabdian LPPM Udinus, menekankan pentingnya pemahaman terhadap skema-skema baru pengabdian kepada masyarakat. Ia juga berpesan agar para pelaku pengabdian memperhatikan tahapan penyusunan proposal.
“Ada beberapa tambahan skema baru yang perlu dicermati. Pelaku pengabdian harus mencari dan menetapkan mitra terlebih dahulu, kemudian menyusun proposal. Jangan sampai terbalik, karena kesesuaian kebutuhan mitra menjadi kunci utama keberhasilan program pengabdian”
Melalui kegiatan sosialisasi ini, LPPM Udinus berharap para dosen dapat menyiapkan proposal hibah BIMA tahun 2026 secara lebih matang, sistematis, dan sesuai ketentuan, sehingga mampu meningkatkan tingkat kelolosan dan kualitas riset di lingkungan Universitas Dian Nuswantoro.
Materi Sosialisasi Klik disini