DETEKSI DINI STUNTING DENGAN INTEGRASI APLIKASI WHATSAPP

Bayu Yoni Setyo Nurgoho, M.P.H

"Pendampingan dan Pelatihan Deteksi Dini Stunting Melalui Integrasi Aplikasi WhatsApp Auto Responding (WAR) di Posyandu Toto Maju Desa Kacangan."


Tim Pengusul

  1. Bayu Yoni Setyo Nurgoho, M.P.H 
  2. Izzatul Alifah Sifai,M.P.H 
  3. Dr. Ir. Pujiono, S.Si., M.Kom., IPM., ASEAN Eng 

Ringkasan

​Program pengabdian berjudul "Pendampingan dan Pelatihan Deteksi Dini Stunting Melalui Integrasi Aplikasi WhatsApp Auto Responding (WAR) di Posyandu Toto Maju Desa Kacangan" dilaksanakan oleh tim dari Universitas Dian Nuswantoro bermitra dengan Posyandu Toto Maju Desa Kacangan, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kapasitas kader Posyandu Toto Maju dalam mengedukasi masyarakat terkait stunting melalui pemanfaatan WhatsApp Auto Responding, di mana sistem ini dipilih karena kemudahan dan familiaritas bagi kader dan masyarakat setempat. Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang masih menjadi prioritas nasional dan memerlukan upaya deteksi dini serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Data menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi sehingga diperlukan intervensi inovatif untuk mempercepat penurunannya. Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan dan deteksi dini stunting. Namun, keterbatasan pengetahuan dan akses informasi menjadi kendala dalam optimalisasi peran kader posyandu.

​Melalui integrasi teknologi digital, khususnya WhatsApp yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari- hari masyarakat, diharapkan penyebaran informasi kesehatan dapat lebih efektif dan efisien. Sistem WhatsApp Auto Responding Toto Maju (WARTO) dirancang untuk memberikan respons otomatis terhadap pertanyaan masyarakat seputar stunting, termasuk definisi, penyebab, gejala, pencegahan, dan tata laksana. Sistem ini memungkinkan masyarakat untuk mengakses informasi kapan saja tanpa harus menunggu jadwal posyandu atau ketersediaan kader. Metode pelaksanaan mencakup beberapa tahapan sistematis, yaitu pembuatan audiensi dan koordinasi dengan mitra berkaitan dengan sistem, penyamaan persepsi antara tim pengabdi dan kader posyandu, pelatihan penggunaan aplikasi WARTO, serta pendampingan berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan program. Evaluasi program menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebesar 21,9% yang diukur dari hasil pre-test dan post-test, menandakan efektivitas program dalam meningkatkan kapasitas kader.




PENCEGAHAN STUNTING DENGAN AR dan VIDEO ANIMASI
Erba Lutfina, M.Kom