Pengembangan Bricket Durian Sebagai Alternatif Produk Olahan

Tri Esti Rahayuningtyas, S.E., M.M

Pemberdayaan Masyarakat Desa Blimbing Dengan Pengembangan Bricket Durian Sebagai Alternatif Produk Olahan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital Marketing.

Tim Pengusul

  1. Tri Esti Rayahuningtyas, S.E, M.M
  2. Mahadika Pradipta Himawan, S.Par., M.M
  3. Wana Pramudya Wardana K.N., S.E., MBA

Ringkasan

Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada inovasi pengolahan limbah kulit durian menjadi briket arang sebagai energi alternatif ramah lingkungan, sekaligus strategi pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Mitra utama kegiatan adalah Karang Taruna Seba Nawasena, yang selama ini menghadapi keterbatasan keterampilan, sarana produksi, dan akses pemasaran. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi:

1. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dalam memanfaatkan potensi

lokal.

2. Belum adanya keterampilan dan teknologi pengolahan limbah kulit

durian.

3. Minimnya sarana produksi dan infrastruktur usaha.

4. Keterbatasan akses pemasaran, terutama berbasis digital.


Solusi yang ditawarkan melalui program ini meliputi:

1. Peningkatan aspek produksi: pelatihan teknis, penyediaan mesin tepat

guna, standar kualitas, serta pembangunan kios briket.

2. Peningkatan aspek pemasaran: pelatihan digital marketing, pembuatan

website desa, optimalisasi media sosial, dan pengembangan jaringan

pasar.

3. Penguatan manajemen usaha: pelatihan kewirausahaan, pencatatan

keuangan, serta pendampingan berkelanjutan.


Manfaat yang diharapkan:

1. Mengurangi timbunan limbah kulit durian dengan mengubahnya menjadi

produk bernilai tambah.

2. Meningkatkan keterampilan dan kemandirian Karang Taruna.

3. Menciptakan lapangan kerja baru dan menambah pendapatan

masyarakat.

4. Memperluas pemasaran melalui strategi digital.

5. Mendukung pencapaian SDGs, khususnya pada aspek pekerjaan layak,

pertumbuhan ekonomi, serta inovasi dan infrastruktur.


Dengan adanya program ini, Desa Blimbing diharapkan mampu bertransformasi menjadi desa yang lebih produktif, inovatif, dan mandiri secara ekonomi.




Transformasi Lahan Tandus Tadah Hujan Wonogiri Menjadi Lahan Produktif
Prof. Dr. Rindra Yusianto, S.Kom, MT